Tampilkan postingan dengan label CERITA_ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA_ANAK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2025

Detektif Rio : Penemuan Lempengan Batu Misterius - Antartika

Detektif Rio baru saja tiba di Benua Antartika setelah menerima informasi tentang sebuah penemuan misterius. Laporan itu menyebutkan bahwa sebuah lempengan batu yang mirip piring terbang ditemukan oleh ekspedisi ilmuwan internasional di celah es di bagian terpencil Antartika. Rio merasa penasaran dan tertantang untuk mengungkap misteri di balik benda ini, terutama karena rumor tentang “Bumi Berongga” mulai tersebar luas di kalangan para peneliti dan konspirasi.



Penemuan Lempengan Batu Misterius

Lempengan batu itu tampak seperti piring besar dengan permukaan berukir simbol-simbol aneh. Materialnya seperti batu, tapi lebih padat dan bersinar seolah memiliki semacam energi di dalamnya. Ilmuwan setempat menduga lempengan itu sudah ada di bawah lapisan es selama ribuan tahun. Bentuknya menyerupai piring terbang, namun tanda-tanda goresan pada permukaan menunjukkan ia adalah hasil buatan, bukan fenomena alam.

Sebagian peneliti bahkan mulai berspekulasi: mungkinkah lempengan itu berasal dari "Bumi Berongga" — teori yang menyatakan bahwa ada dunia di bawah permukaan Bumi yang memiliki peradaban tersembunyi?

Teori Bumi Berongga dan Beberapa Kejadian

Teori "Bumi Berongga" sudah lama menjadi kontroversi. Sejumlah kejadian di masa lalu memperkuat spekulasi ini. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Ekspedisi Admiral Richard Byrd (1947) - Salah satu tokoh yang sering dikaitkan dengan teori ini adalah Admiral Richard E. Byrd, seorang perwira Angkatan Laut Amerika Serikat yang terkenal. Dalam ekspedisi ke Kutub Utara pada 1947, Byrd mengklaim melihat daratan hijau subur di sekitar kutub, suatu hal yang tidak mungkin ditemukan di kutub yang beku. Catatan harian Byrd dikabarkan menyebutkan pengalaman mengunjungi wilayah yang disebut "Agartha," yang diyakini sebagai peradaban di dalam Bumi.

  2. Fenomena Misterius di Antartika (1980-an) - Di era 1980-an, para ilmuwan mulai mendeteksi suara getaran misterius di bawah permukaan Antartika. Beberapa menyebutnya sebagai gemuruh bumi, namun ada yang menduga itu adalah aktivitas dari "dunia bawah" yang tersembunyi.

  3. Penemuan Lubang di Siberia (2014) - Pada 2014, lubang-lubang besar muncul di Siberia, menimbulkan ketakutan dan spekulasi. Beberapa teoris bumi berongga mengklaim bahwa ini adalah pintu masuk ke dunia bawah tanah yang tersembunyi.

Penyelidikan Detektif Rio

Rio mencoba mengumpulkan informasi tentang "Bumi Berongga" dan hipotesis yang menyertainya. Ia menghubungi ahli geologi, arkeolog, dan sejarawan yang memahami seluk-beluk dunia bawah tanah. Dari penelitian awal, Rio menemukan bahwa mitos tentang Bumi Berongga memiliki banyak nama di berbagai budaya. Salah satu nama yang paling terkenal adalah Agartha atau Shambhala, yang disebut sebagai kerajaan bawah tanah di mana peradaban kuno dan teknologi canggih ada.

Setelah meneliti dan menelusuri catatan ilmiah, Rio berhasil mengidentifikasi bahwa simbol-simbol di lempengan itu mirip dengan pola-pola kuno yang ditemukan di beberapa lokasi arkeologi di Asia dan Amerika Selatan. Beberapa pola bahkan mirip dengan simbol yang ada di piramida Mesir, yang seolah-olah membentuk peta atau petunjuk.

Pengungkapan Misteri Lempengan Batu

Rio kemudian kembali ke tempat lempengan batu tersebut dan mulai menggunakan peralatan khusus yang bisa mendeteksi energi elektromagnetik. Ia menemukan bahwa lempengan batu itu bukan sekadar hiasan; ternyata, lempengan itu adalah semacam "pintu" atau alat pemancar, seolah memberi sinyal ke suatu tempat tertentu di dalam perut bumi. Dengan menggunakan koordinat yang ada pada lempengan, Rio mulai menggali lebih dalam tentang lokasi yang berpotensi menjadi pintu masuk ke Bumi Berongga.

Setelah menggabungkan hasil riset dengan berbagai informasi, Rio menyimpulkan bahwa lempengan batu itu adalah artefak kuno yang kemungkinan digunakan oleh peradaban bawah tanah untuk berkomunikasi atau memberi tanda bagi makhluk di permukaan.

Penutup

Meski tidak bisa sepenuhnya menguak misteri tentang Bumi Berongga, Rio berhasil menemukan petunjuk yang mungkin menjadi bukti eksistensi peradaban kuno. Lempengan batu itu disebutnya sebagai Lempengan Agartha, merujuk pada mitos dunia bawah tanah yang dipercaya oleh banyak kebudayaan kuno.

Rio kembali dengan pemahaman baru bahwa Antartika mungkin menyimpan rahasia yang lebih dalam daripada sekadar lapisan es.


By. AI. @Septadhana


Detektif Rio - Penampakan UFO atau Benda Asing Seblum Terjadinya Kebakaran di Los Angeles

 Langit Los Angeles, malam sebelum kebakaran besar melanda, dihiasi dengan pemandangan yang aneh. Seorang warga di pinggiran kota melaporkan melihat sebuah pesawat berbentuk bulat yang melayang tanpa suara di atas rumahnya. Sementara itu, di Bandara Internasional Los Angeles, beberapa penumpang dan kru pesawat mengklaim menyaksikan bola-bola api yang melesat cepat di langit malam. Kejadian ini langsung menjadi buah bibir, memunculkan spekulasi dari UFO hingga fenomena meteor langka.


Detektif Rio tiba di Los Angeles untuk menyelidiki kebakaran besar yang sedang berlangsung, tetapi laporan-laporan tentang penampakan aneh di langit menarik perhatiannya. Ia memutuskan untuk menelusuri kemungkinan hubungan antara kedua kejadian ini. Apakah benda-benda melayang itu hanya kebetulan atau memiliki kaitan dengan kebakaran yang menghancurkan kota?

Langkah pertama Rio adalah mengunjungi bandara untuk mewawancarai para saksi. Di ruang istirahat kru, ia bertemu dengan seorang pilot bernama Captain Emily Harris. "Saya sudah terbang selama 20 tahun, tapi malam itu berbeda," kata Emily. "Saya melihat tiga bola api bergerak dalam formasi sempurna, berhenti di udara, lalu melesat ke arah barat. Ini bukan meteor biasa, dan saya yakin itu bukan teknologi manusia yang saya kenal."

Rio mencatat setiap detail dengan saksama. Ia kemudian menemui warga lokal, termasuk seorang pria bernama Carlos yang mengaku melihat pesawat berbentuk cakram melayang di atas rumahnya. "Benda itu tidak mengeluarkan suara," jelas Carlos. "Ada cahaya biru redup di sekelilingnya, dan setelah beberapa menit, benda itu melesat ke langit dengan kecepatan luar biasa."

Rio mulai menghubungkan titik-titik. Ia mengunjungi Observatorium Griffith untuk berkonsultasi dengan seorang astronom, Dr. Helena Park. Helena menunjukkan catatan teleskop pada malam kejadian. "Kami mendeteksi aktivitas energi yang tidak biasa di atmosfer atas Los Angeles," katanya. "Namun, itu bukan meteor atau fenomena astronomi yang dikenal. Energinya mirip dengan ledakan plasma, tetapi tanpa sumber yang jelas."

Dengan informasi ini, Rio mulai mempertimbangkan kemungkinan yang lebih luar biasa. Ia mengunjungi lokasi pertama yang terbakar di Griffith Park, di mana ia menemukan jejak material asing yang tidak terbakar sepenuhnya. Analisis awal menunjukkan material ini bukan berasal dari Bumi. Rio mengirimkan sampel ke laboratorium independen untuk dianalisis lebih lanjut.

Sementara itu, rumor tentang UFO dan teori konspirasi mulai berkembang di media sosial. Beberapa kelompok mengklaim bahwa bola-bola api dan pesawat bulat itu adalah bagian dari eksperimen militer rahasia. Yang lain percaya bahwa itu adalah tanda kunjungan makhluk luar angkasa yang mencoba memperingatkan manusia tentang bahaya yang akan datang.

Namun, temuan Rio semakin memperkuat hipotesis bahwa ada pihak tertentu yang mencoba memanipulasi situasi ini. Ia menemukan bukti bahwa beberapa saksi mata yang paling vokal di media telah menerima bayaran untuk menyebarkan informasi palsu. Rio mencurigai bahwa ini adalah upaya untuk menutupi sesuatu yang lebih besar.

Hasil analisis material dari lokasi kebakaran akhirnya tiba. Material tersebut ternyata memiliki komposisi yang mirip dengan logam cair yang digunakan dalam teknologi eksperimental berbasis energi plasma. Rio mulai mencurigai bahwa bola-bola api di langit adalah hasil dari uji coba teknologi baru yang tidak sengaja memicu kebakaran besar.

Rio mengonfrontasi seorang ilmuwan di sebuah perusahaan teknologi besar yang berbasis di Los Angeles. Di bawah tekanan, ilmuwan itu mengakui bahwa mereka sedang menguji pesawat tanpa awak berbasis energi plasma di area tersebut. Namun, sistem mereka mengalami kerusakan, menyebabkan bola-bola plasma menyimpang dari jalur dan memicu kebakaran.

"Jadi, benda-benda melayang itu bukan UFO atau meteor?" tanya Rio.

"Benar," jawab ilmuwan itu. "Namun, kami tidak bisa mengungkapkan ini ke publik karena risiko hukum dan reputasi."

Rio mengumpulkan semua bukti dan menyerahkannya kepada pihak berwenang. Kasus ini diungkap sebagai kelalaian teknologi yang disembunyikan di balik rumor dan teori konspirasi. Meskipun demikian, Rio tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa saksi benar-benar melihat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

"Kadang-kadang," kata Rio pada dirinya sendiri, "kebenaran ada di antara fakta dan misteri."


By. @Septadhana


RIo Detective History of the Annunasi recorded in Sumerian history

 Detektif RIo Sejarah Annunaki yang tercatat di sejarah Sumeriah



Detektif Rio duduk di ruang baca perpustakaan tua yang tersembunyi di pusat kota. Tumpukan buku kuno dan tablet tanah liat bertulisan paku Sumeria terhampar di mejanya. Kasus kali ini membawanya ke salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia: siapakah sebenarnya Anunnaki?

Segalanya bermula ketika seorang sejarawan bernama Dr. Adnan Rahmani meminta bantuannya. Dr. Adnan menemukan sebuah tablet tanah liat yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya—tertulis di dalamnya adalah sebuah kisah yang bertentangan dengan narasi umum tentang Anunnaki. Tablet ini ditemukan di reruntuhan kota kuno Ur, dan berisi catatan yang mengindikasikan bahwa Anunnaki bukan sekadar dewa-dewa mitologi, melainkan entitas yang benar-benar hadir dalam sejarah manusia.

Rio melakukan perjalanan ke Irak untuk menyelidiki lebih lanjut. Di Museum Nasional Baghdad, ia bertemu dengan seorang arkeolog bernama Layla Karim yang telah lama meneliti teks-teks Sumeria. Layla menunjukkan kepadanya beberapa catatan lain yang mendukung kemungkinan bahwa Anunnaki adalah makhluk dengan kecerdasan luar biasa, bahkan mungkin berasal dari luar Bumi.

"Banyak yang percaya Anunnaki adalah dewa pencipta manusia," kata Layla. "Tapi ada teori bahwa mereka bukan sekadar mitos, melainkan penguasa kuno yang mengajarkan manusia tentang pertanian, astronomi, dan pemerintahan."

Dalam penelusurannya, Rio menemukan referensi tentang tablet lain yang lebih rinci, disimpan secara rahasia di bawah kuil kuno di Nippur. Dengan bantuan Layla dan Dr. Adnan, Rio menyusup ke lokasi tersebut. Setelah meneliti lorong-lorong bawah tanah yang gelap, mereka menemukan ruangan rahasia berisi peti batu besar dengan ukiran simbol-simbol Anunnaki.

Saat peti itu dibuka, mereka menemukan sebuah manuskrip emas berisi catatan yang menegaskan bahwa Anunnaki adalah sekelompok makhluk yang turun dari langit untuk mengajarkan peradaban kepada manusia. Mereka digambarkan sebagai makhluk tinggi dengan kekuatan luar biasa, dan mereka mendirikan koloni di berbagai wilayah dunia kuno. Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa mereka datang dari planet yang disebut Nibiru.

Namun, temuan ini tidak dibiarkan begitu saja. Seorang pria misterius yang mengaku bekerja untuk organisasi rahasia berusaha merampas manuskrip tersebut. Rio menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin menyembunyikan kebenaran tentang Anunnaki dari dunia.

Dengan cerdik, Rio menyebarkan informasi tersebut ke berbagai akademisi dan sejarawan independen, memastikan bahwa rahasia kuno ini tidak akan terkubur lagi. Meskipun Anunnaki masih menjadi misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan, Rio telah membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut tentang sejarah peradaban manusia yang mungkin jauh lebih kompleks daripada yang kita ketahui.

Setelah semua itu, Detektif Rio kembali ke markasnya, merenung di bawah cahaya lampu kota yang temaram. Kasus Anunnaki mungkin belum sepenuhnya terselesaikan, tetapi ia telah mengungkap sebagian dari teka-teki terbesar dalam sejarah manusia.


By. @Septadhana AI


Senin, 21 Juli 2014

Dongeng Putri Melati Wangi

PUTRI MELATI WANGI


Di sebuah kerajaan, ada seorang putri yang bernama Melati Wangi. Ia seorang putri yang cantik dan pandai. Di rumahnya ia selalu menyanyi. Tetapi sayangnya ia seorang yang sombong dan suka menganggap rendah orang lain. Di rumahnya ia tidak pernah mau jika disuruh menyapu oleh ibunya. Selain itu ia juga tidak mau jika disuruh belajar memasak.

Minggu, 20 Juli 2014

Asal Nama Singapura - Singapore

Asal-Usul Nama Singapura / Singapore



Ratusan tahun yang lalu hiduplah Sang Nila Utama, Raja Sriwijaya. Pada suatu hari, ditemani beberapa pengawal setianya, Raja pergi berlayar. Di perjalanan angin topan datang. Para pengawal mengusulkan agar Raja membatalkan niatnya.

Senin, 09 Juni 2014

Kartun Ulat Cacing LARVA - Belatung

Larva Cartoon

 


Kartun ulat atau kartun cacing karya seniman Korea (semoga tidak salah !!) memang sangat menarik. Meskipun hanya menampilkan set yang selalu sama yaitu dibawah parit atau selokan got yang menjadi tempat tinggal dua cacing  lucu ini.

Larva atau Belatung tinggal dibawah selokan lembab yang menjadi set utama serial kartun Belatung ini. Dua belatung rakus yang bersahabat dan kompak namun tidak segan-segan mencederai dan melukai satu sama lainnya jika sudah menyangkut soal rebutan makanan yang tersedia.

Film Cartoon Minnion - Despicable Me





Minnion Karakter Lucu Despicable Me Yang Menggemaskan. Bagi yang udah nonton Despicable me tentu tidak akan  asing dengan peran pelengkap Despicable me yang warna kuning ada yang hanya punya mata satu ada juga yang punya mata dua namun yang jelas Minnions ini sangat setia dan pekerja keras juga dalam usaha menguasai bumi dan planet bersama Gru sang majikan.


Cerita Marsha and The Bear dari Rusia


Cerita Marsha and The Bear


Pada awalnya adalah cerita rakyat Rusia yang mengasyikan tentang anak kecil bernama Marsha dan Beruang.  Seperti juga dongeng-dongeng untuk anak pada umumnya, cerita Marsha dan Beruang (Marsha and The Bear) ini tentang kejahatan binatang buas dan kecerdikan seorang anak mengelabuinya.

Suatu kali Marsha dan teman-temanya ke hutan mencari jamur dan buah beri. Namun karena keasyikan Marsha tertinggal di hutan. Setelah mencari-cari temannya dan tak ketemu, Marsha malah menemukan sebuah gubuk. Ia pun masuk. Ternyata gubuk itu milik Beruang jahat. Marsha disandera dan dijadikan pembantu.

Suatu kali Marsha punya akal. Ia minta Beruang mengirim kue untuk kakek-neneknya. Ia membuat kue besar dan Beruang itu mengantarkannya ke kampung sang nenek. Tak diduganya di balik kue besar itu ada Marsha.
  

Sabtu, 31 Mei 2014

Dongeng Bunga Kemuning



HIKAYAT BUNGA KEMUNING


 
Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya. Istri sang raja sudah meninggal dunia ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Pertengkaran sering terjadi diantara mereka.


Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning, Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, Ia tak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka bebergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya.

Dongeng Ular Dandaung - Kalimantan Selatan



ULAR DANDAUNG


 
Di kisahkan pada dahulu kala ada sebuah kerajaan besar dan termasyhur di wilayah Kalimantan Selatan. Letak kerajaan tersebut diapit dua buah gunung dan dialiri sebuah sungai besar. Tanahnya sangat subur dan rakyatnya hidup makmur. Hasil kekayaan alamnya melimpah ruah. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raya yang adil dan bijaksana. Beliau mempunyai permaisuri dan tujuh putri yang cantik. Kekayaan alam yang dimiliki bukan untuk kepentingan keluarga Raja, melainkan untuk kesejahteraan rakyat. Rakyat mengolah lahan pertanian sesuai dengan hak yang mereka miliki. Tidak pernah terjadi sengketa antar penduduk. Mereka hidup rukun dan damai.

"Ada burung raksasa!", teriak penduduk negeri yang melihat burung raksasa itu. Mereka tidak tahu darimana asalnya burung raksasa yang tiba-tiba datang mengamuk itu. Burung raksasa itu sangat menakutkan, paruhnya besar dan tajam mengkilat. Sekali mematuk manusia langsung menemui ajal. Cakarnya dapat langsung mencengkram puluhan orang dan dibuat tak berdaya. Kepak sayapnya membuat hampir seluruh wilayah negeri menjadi gelap gulita. Seluruh rakyat negeri itu menjadi panik dan kalang kabut.


Dongeng Sungai Jodoh - Batam



SUNGAI JODOH


 
Pada suatu masa di pedalaman pulau Batam, ada sebuah desa yang didiami seorang gadis yatim piatu bernama Mah Bongsu. Ia menjadi pembantu rumah tangga dari seorang majikan bernama Mak Piah. Mak Piah mempunyai seorang putri bernama Siti Mayang. Pada suatu hari, Mah Bongsu mencuci pakaian majikannya di sebuah sungai. “Ular…!” teriak Mah Bongsu ketakutan ketika melihat seekor ulat mendekat. Ternyata ular itu tidak ganas, ia berenang ke sana ke mari sambil menunjukkan luka di punggungnya. Mah Bongsu memberanikan diri mengambil ular yang kesakitan itu dan membawanya pulang ke rumah.


Mah Bongsu merawat ular tersebut hingga sembuh. Tubuh ular tersebut menjadi sehat dan bertambah besar. Kulit luarnya mengelupas sedikit demi sedikit. Mah Bongsu memungut kulit ular yang terkelupas itu, kemudian dibakarnya. Ajaib… setiap Mah Bongsu membakar kulit ular, timbul asap besar. Jika asap mengarah ke Negeri Singapura, maka tiba-tiba terdapat tumpukan emas berlian dan uang. Jika asapnya mengarah ke negeri Jepang, mengalirlah berbagai alat elektronik buatan Jepang. Dan bila asapnya mengarah ke kota Bandar Lampung, datang berkodi-kodi kain tapis Lampung. Dalam tempo dua, tiga bulan, Mah Bongsu menjadi kaya raya jauh melebih Mak Piah Majikannya.


Dongeng Manik Angkeran - Bali




MANIK ANGKERAN


Dahulu, di sebuah desa di wilayah Pulau Bali, tinggallah seorang pemuda tampan bernama Manik Angkeran. Ayahnya bernama Empu Sidhi Mandra. Manik Angkeran terpengaruh lingkungan yang tidak baik. Ia menjadi seorang yang hidup dari berjudi. Inilah yang membuat pusing orang tuanya.

“Anakku, sadarlah bahwa judi itu merusak segalanya,” kata orang tua Manik Angkeran. Tetapi, Manik Angkeran tidak peduli dengan ucapan orang tuanya. Hampir setiap hari, Manik Angkeran berada di tempat penyabungan ayam. Setelah penyabungan tutup, ia lanjutkan dengan judi kartu.


“Kalau kau tidak mau menghentikan judimu, lebih baik kau pergi dari rumah ini!,” kata ayah Manik Angkeran dengan nada mengancam. Tetapi, karena judi sudah mendarah daging dalam dirinya, kata-kata ancaman sekeras apapun tetap tidak didengar. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan begitu sebaliknya.


Karena merasa gagal mendidik dan tidak bisa menyadarkan, Empu Sidhi Mandra menitipkan Manik Angkeran kepada seorang Brahmana yang bernama Brahmana Dangeang Nirata atau dikenal dengan nama Pedanda Bau Rauh. Manik Angkeran menjadi anak asuh Brahmana tersebut.

Apakah Manik Angkeran sadar ? Ternyata ia masih gila judi. Brahmana Dangeang Nirata mencari jalan keluar agar Manik Angkeran dapat meninggalkan judi. “Mulai hari ini, kamu harus melakukan tapa. Bertobatlah kepada Sang Dewata agar kau dapat meninggalkan judi,” kata Brahmana Dangeang Nirata kepada Manik Angkeran.

Mendengar anjuran Brahmana Dangeang Nirata itu, Manik Angkeran mulai melakukan tapa. Ia bertapa di sebuah Pura Gua yang berada di sebelah kiri bagian depan Pura Besakih, sesuai dengan anjuran Brahmana Dangeang Nirata itu. Konon dalamnya lubang Pura Gua di Pura Besakih berhubungan langsung dengan lubang Pura Gua Lawa di Klungkung.

Dongeng Cincin Sakti



CINCIN SAKTI



Dahulu ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Sangrila. Rajanya bernama Mahawuni. Ia didampingi seorang permaisuri bernama Cendana. Pangeran Hawuna adalah satu-satunya putra mahkota yang kelak menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja. Pada suatu hari Pangeran Hawuna berburu ke hutan beserta pengawalnya. Dahulu masih banyak hutan yang belum pernah terjamah manusia. Dengan berbagai perlengkapan, Pangeran Hawuna masuk ke dalam hutan belantara. Sudah berhari-hari, Pangeran Hawuna bersama seorang pengawalnya menjelajahi hutan, namun belum seekor binatangpun berhasil ditangkap. Binatang yang mereka incar selalu lepas. “Hari-hari sial,” kata pengawalnya kepada Pangeran Hawuna. Pangeran Hawuna membangun kemah dari dedaunan di tengah semak-semak. Tiba-tiba…..”Hantu!” seru pengawal Pangeran Hawuna sambil menunjuk semak-semak bergerak diiringi rintihan tangis seorang wanita. Pangeran Hawuna segera siaga dengan alat-alat buruannya.


“Aku bukan hantu!” seru seorang gadis berpakaian kumal yang muncul dari rimbunan semak itu. “Namaku Nuri,” tambah gadis cantik itu memperkenalkan diri sambil berjabatan tangan dengan Pangeran Hawuna. Pangeran Hawuna menerimanya dengan senang hati, betapapun masih diliputi rasa keraguan. Nuri menceritakan bahwa dirinya berasal dari kerajaan Bintan. Ia puteri Raja yang diculik Nenek sihir jahat. Saat itu pun, ia masih berada di dalam cengkeraman tangan si Nenek Sihir. Usaha meloloskan diri selalu gagal. Namun, ia selalu mohon kepada Sang Deawata agar bisa segera bebas dari jerat kesaktian si Nenek sihir.

“Hey Nuri! Cepat kembali ke gua!” perintah Nenek Sihir yang muncul tiba-tiba. Ia tertawa melengking dan menakutkan. Pakaian dan rambutnya kumal. Badannya kurus dan bungkuk. Setiap membuka mulut, giginya mengeluarkan pancaran sinar kekuning-kuningan. Tangan kanannya memegang tongkat berkepala ular naga yang dari lidahnya mengeluarkan cahaya merah. Tongkat itu adalah tongkat ajaib, sebagai senjata andalan Nenek Sihir. Di bawah pengaruh sihir itu, Putri Nuri melesat ke angkasa, terbang mengikuti kemauan nenek sihir.


Pangeran Hawuna berusaha mengejar, namun sia-sia. Bahkan ia terpisah dari pengawalnya. Hari menjelang malam, Pangeran Hawuna pun merasa lelah. Ia beristirahat di bawah pohon. Dilihatnya sebuah lentera di sebuah gubuk dekat dengan tempatnya istirahat. Perlahan-lahan Pangeran Hawuna mendekati gubug itu. “Siapakah kau?” sapa seorang kakek berjubah putih dan memakai ikat kepala putih. Janggutnya juga putih memanjang. Tampaknya ia adalah seorang kakek sakti. Pangeran Hawuna segera duduk bersila di hadapannya. Ia memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud tujuannya.


“Oh, nenek sihir itu memang jahat sekali. Aku tidak mampu melawannya. Kaulah yang kutunggu-tunggu. Menurut firasatku kaulah yang mampu menandingi kesaktian nenek sihir itu,” ucap kakek sakti kepada Pangeran Hawuna sambil memberikan sebuah cincin bersinar yang menyilaukan. Cincin itu adalah cincin ajaib. Kakek sakti menekankan bahwa untuk melawan nenek sihir harus berhati-hati dan waspada. Cincin ajaib harus digosok terlebih dahulu sambil mengucapkan mantra yang harus diulang tiga kali. Cincin ajaib akan segera mengeluarkan cahaya yang sangat panas dan akan membakar lawan yang dihadapi. Kakek sakti segera mengenakan Cincin Sakti di jari manis tangan kiri Pangeran Hawuna. Seketika itu juga Pangeran Hawuna tampak memancarkan sinar yang berkilauan. Sinar cincin sakti telah menyatu dengan tubuh Pangeran Hawuna. Keberaniannya semakin bertambah. Semangatnya berkobar-kobar. “Aku akan menyertai perjuanganmu,” ucap kakek sakti pelan seraya menumpangkan kedua belah tangannya di kepala Pangeran Hawuna. Pangeran Hawuna mengucapkan terima kasih dan segera mohon diri.


Dongeng Sumur Lembusura



SUMUR LEMBUSURA



Kerajaan Majapahit dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana bernama Brawijaya. Beliau mempunyai seorang putrid cantik jelita bernama Dyah Ayu Pusparani. Saat itu sudah saatnya Dyah Ayu mempunyai pedamping hidup. “Anakku, kau harus segera menentukan calon pendampingmu,” kata raja Brawijaya kepada putrinya. Dyah Ayu Pusparani tidak menanggapi ucapan ayahandanya, bahkan mengalihkan pembicaraan ke hal lain. Ayahandanya tetap mendesak terus agar Dyah Ayu Pusparani secara bijaksana segera memutuskan pilihan pendamping hidupnya. Akhirnya, Dyah Ayu Pusparani menyerahkan pilihan jodohnya kepada ayahandanya.



Untuk menentukan pilihan yang tepat sebagai suami Dyah Ayu Pusparani, Raja Brawijaya bingung. Untuk mengatasi masalah ini, Raja Brawijaya mengeluarkan sayembara. Sayembara segera diumumkan.”Barang siapa yang berhasil merentang busur Kyai Garudayaksa dan sanggup mengangkat gong Kyai Sekardelima, dialah yang berhak mempersunting Dyah Ayu Pusparani”.


Setelah sayembara tersebut diumumkan, raja dan pangeran dari berbagai negeri berdatangan untuk mengadu keberuntungan. Termasuk raja dan pangeran yang pernah ditolak lamarannya. Bahkan ada yang tangannya tiba-tiba patah karena memaksa diri merentang busur Kyai Garudayaksa. “Aduh, pinggangku patah,” teriak seorang pangeran yang mencoba mengangkat Gong Kyai Sekardelima yang besar dan berat itu.


Dongeng Hang Tuah - Melayu


              
HANG TUAH


Alkisah, Di pantai barat Semenanjung Melayu, terdapat sebuah kerajaan bernama Negeri Bintan. Waktu itu ada seorang anak lakik-laki bernama Hang Tuah. Ia seorang anak yang rajin dan pemberani serta sering membantu orangtuanya mencari kayu di hutan. Hang Tuah mempunyai empat orang kawan, yaitu Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu dan Hang Kesturi. Ketika menginjak remaja, mereka bermain bersama ke laut. Mereka ingin menjadi pelaut yang ulung dan bisa membawa kapal ke negeri-negeri yang jauh.


Suatu hari, mereka naik perahu sampai ke tengah laut. “Hei lihat, ada tiga buah kapal!” seru Hang Tuah kepada teman-temannya. Ketiga kapal itu masih berada di kejauhan, sehingga mereka belum melihat jelas tanda-tandanya. Ketiga kapal itu semakin mendekat. “Lihat bendera itu! Bendera kapal perompak! “Kita lawan mereka sampai titik darah penghabisan!” teriak Hang Kesturi. Kapal perompak semakin mendekati perahu Hang Tuah dan teman-temannya. “Ayo kita cari pulau untuk mendarat. Di daratan kita lebih leluasa bertempur!” kata Hang Tuah mengatur siasat. Sesampainya di darat Hang Tuah mengatur siasat. Pertempuran antara Hang Tuah dan teman-temannya melawan perompak berlangsung sengit. Hang Tuah menyerang kepala perompak yang berbadan tinggi besar dengan keris pusakanya. “Hai anak kecil, menyerahlah… Ayo letakkan pisau dapurmu!” Mendengar kata-kata tersebut Hang Tuah sangat tersinggung. Lalu ia melompat dengan gesit dan menikam sang kepala perompak. Kepala perompak pun langsung tewas. Dalam waktu singkat Hang Tuah dan teman-temannya berhasil melumpuhkan kawanan perompak. Mereka berhasil menawan 5 orang perompak. Beberapa perompak berhasil meloloskan diri dengan kapalnya.


Dongeng Putri Tandampalik - Sulawesi


PUTRI TANDAMPALIK



Dahulu, terdapat sebuah negeri yang bernama negeri Luwu, yang terletak di pulau Sulawesi. Negeri Luwu dipimpin oleh seorang raja yang bernama La Busatana Datu Maongge, sering dipanggil Raja atau Datu Luwu. Karena sikapnya yang adil, arif dan bijaksana, maka rakyatnya hidup makmur. Sebagian besar pekerjaan rakyat Luwu adalah petani dan nelayan. Datu Luwu mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik, namanya Putri Tandampalik. Kecantikan dan perilakunya telah diketahui orang banyak. Termasuk di antaranya Raja Bone yang tinggalnya sangat jauh dari Luwu.

Raja Bone ingin menikahkan anaknya dengan Putri Tandampalik. Ia mengutus beberapa utusannya untuk menemui Datu Luwu untuk melamar Putri Tandampalik. Datu Luwu menjadi bimbang, karena dalam adatnya, seorang gadis Luwu tidak dibenarkan menikah dengan pemuda dari negeri lain. Tetapi, jika lamaran tersebut ditolak, ia khawatir akan terjadi perang dan akan membuat rakyat menderita. Meskipun berat akibat yang akan diterima, Datu Lawu memutuskan untuk menerima pinangan itu. "Biarlah aku dikutuk asal rakyatku tidak menderita," pikir Datu Luwu.


Dongeng Asal Usul Danau Toba - Sumatera


ASAL USUL DANAU TOBA
 

Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. "Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar," gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.


Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. "Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku." Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. "Bermimpikah aku?," gumam petani.

Dongeng Asal Usul Kota Banyuwangi



ASAL USUL KOTA BANYUWANGI


Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.


“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.


Dongeng Calon Arang

Dongeng :
CALON ARANG


Pada suatu masa di Kerajaan Daha yang dipimpin oleh raja Erlangga, hidup seorang janda yang sangat bengis. Ia bernama Calon Arang. Ia tinggal di desa Girah. Calon Arang adalah seorang penganut sebuah aliran hitam, yakni kepercayaan sesat yang selalu mengumbar kejahatan memakai ilmu gaib. Ia mempunyai seorang putri bernama Ratna Manggali. Karena puterinya telah cukup dewasa dan Calon Arang tidak ingin Ratna Manggali tidak mendapatkan jodoh, maka ia memaksa beberapa pemuda yang tampan dan kaya untuk menjadi menantunya. Karena sifatnya yang bengis, Calon Arang tidak disukai oleh penduduk Girah. Tak seorang pemuda pun yang mau memperistri Ratna Manggali. Hal ini membuat marah Calon Arang. Ia berniat membuat resah warga desa Girah.

“Kerahkan anak buahmu! Cari seorang anak gadis hari ini juga! Sebelum matahari tenggelam anak gadis itu harus dibawa ke candi Durga!“ perintah Calon Arang kepada Krakah, seorang anak buahnya. Krakah segera mengerahkan cantrik-cantrik Calon Arang untuk mencari seorang anak gadis. Suatu perkerjaan yang tidak terlalu sulit bagi para cantrik Calon Arang.


Dongeng Karang Bolong


KARANG BOLONG




Beberapa abad yang lalu tersebutlah Kesultanan Kartasura. Kesultanan sedang dilanda kesedihan yang mendalam karena permaisuri tercinta sedang sakit keras. Pangeran sudah berkali-kali memanggil tabib untuk mengobati sang permaisuri, tapi tak satupun yang dapat mengobati penyakitnya. Sehingga hari demi hari, tubuh sang permaisuri menjadi kurus kering seperti tulang terbalutkan kulit. Kecemasan melanda rakyat kesultanan Kartasura. Roda pemerintahan menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya. "Hamba sarankan agar Tuanku mencari tempat yang sepi untuk memohon kepada Sang Maha Agung agar mendapat petunjuk guna kesembuhan permaisuri," kata penasehat istana.